Tes Ishihara untuk Buta Warna [38 Plates Edition]

Tes Ishihara mengevaluasi jenis buta warna merah hijau yang paling umum dan tingkat buta warna dalam waktu 5 menit.

Apa itu Tes Buta Warna Ishihara?

Tes Buta Warna Ishihara digunakan untuk menentukan apakah seseorang memiliki kekurangan penglihatan warna. Ini dikembangkan pada awal 1900-an oleh Dr. Shinobu Ishihara, seorang dokter mata Jepang.

Tes terdiri dari serangkaian pelat, masing-masing berisi nomor atau pola yang terdiri dari titik-titik warna yang berbeda. Orang dengan penglihatan warna normal seharusnya bisa melihat angka atau pola, sedangkan mereka yang kekurangan penglihatan warna tidak bisa.

Meskipun tes Ishihara tidak mudah dilakukan, tes ini masih dianggap sebagai standar emas untuk mendiagnosis defisiensi penglihatan warna.

Jenis Pelat dalam Tes Penglihatan Warna Ishihara

Tes penglihatan warna Ishihara adalah alat diagnostik yang banyak digunakan untuk menilai jenis defisiensi penglihatan warna. Beberapa jenis pelat yang berbeda disertakan dalam pengujian.

  • Piring Demonstrasi - Piring demonstrasi, yang biasanya merupakan bagian pertama dari pengujian, berisi gambar dengan beberapa titik menonjol dengan berbagai warna dan ukuran. Ini membantu untuk memberikan konteks dan menggambarkan bagaimana bagian-bagian tertentu dari pekerjaan tes. Pelat transformasi juga disertakan di awal pengujian. Ini menggunakan warna latar belakang untuk membedakan antara dua gambar yang serupa, menyoroti perbedaan pemrosesan dalam persepsi warna oleh individu yang diuji.

  • Plat Transformasi - Plat transformasi terdiri dari nomor yang tertanam di latar belakang berpola, dan individu harus mengidentifikasi nomor ini dengan penglihatan warna normal.

  • Lempeng Penghilang - Lempeng hilang, yang biasanya mengikuti pelat awal ini, berisi lampu berkedip atau huruf terbalik untuk menarik perhatian orang dengan gangguan penglihatan warna yang lebih lanjut.

  • Pelat Angka Tersembunyi - Pelat angka yang tersembunyi tidak berisi gambar atau pola yang menonjol, tetapi seringkali ada bentuk kecil yang mungkin sulit dilihat oleh orang dengan gangguan penglihatan tertentu.

  • Piring Diagnostik - Piring diagnostik biasanya terdiri dari pola melingkar yang dicetak pada latar belakang berwarna, dengan setiap pola dirancang untuk mengungkapkan jenis buta warna tertentu. Pelat ini memungkinkan pasien untuk dengan cepat memahami variasi spesifik mereka dalam persepsi warna, membuat proses diagnostik lebih cepat dan lebih akurat. Selain itu, pelat diagnostik dapat memainkan peran penting dalam skrining penyakit atau kondisi lain yang dapat memengaruhi penglihatan, seperti katarak atau degenerasi makula.

  • Tracing Plates - Tracing plate juga digunakan dalam tes penglihatan warna Ishihara. Pelat ini berisi gambar garis dari suatu objek, seperti rumah atau pohon. Subjek diminta untuk menelusuri garis luar objek. Jika subjek tidak dapat melacak garis secara akurat, itu merupakan indikasi bahwa mereka memiliki kekurangan penglihatan warna.

Bagaimana Tes Ishihara Bekerja?

Tes Ishihara adalah tes penglihatan warna yang digunakan untuk mendiagnosis buta warna. Tes terdiri dari serangkaian pelat, masing-masing berisi nomor atau pola lain dalam titik-titik warna yang berbeda.

Orang yang diuji diminta untuk mengidentifikasi nomor atau pola pada setiap piring. Jika mereka tidak dapat melihat angka atau pola, itu menunjukkan bahwa mereka buta warna. Ada beberapa jenis buta warna yang berbeda, dan tes Ishihara dapat membantu mendiagnosis jenis yang dimiliki seseorang.

Misalnya, seseorang dengan buta warna merah-hijau akan mengalami kesulitan melihat titik-titik merah dan hijau tetapi akan dapat melihat titik-titik biru dan kuning.

Seseorang dengan buta warna total tidak akan dapat melihat warna sama sekali. Tes Ishihara tidak sempurna, tetapi ini adalah salah satu metode yang paling umum digunakan untuk mendiagnosis buta warna.

Ini cepat dan mudah diberikan, dan dapat memberikan indikasi yang baik apakah seseorang memiliki kekurangan penglihatan warna atau tidak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Bagaimana cara kerja tes Ishihara?

Tes Ishihara bekerja dengan memanfaatkan fakta bahwa orang dengan defisiensi penglihatan warna sering mengalami kesulitan membedakan antara warna-warna tertentu.

Misalnya, seseorang dengan buta warna merah-hijau mungkin mengalami kesulitan membedakan antara merah dan hijau. Dengan menghadirkan serangkaian pelat berisi pola yang hanya terlihat jika dilihat menggunakan salah satu warna ini, tes ini dapat membantu mendiagnosis buta warna.

2. Apa batasan tes Ishihara?

Salah satu batasan tes Ishihara adalah tes ini hanya dapat mendiagnosis masalah dengan penglihatan warna merah-hijau, dan tidak dapat mendeteksi jenis kebutaan lainnya.

3. Bagaimana tes buta warna Ishihara dilakukan?

Seorang dokter mata atau profesional medis lainnya biasanya melakukan tes buta warna Ishihara.

4. Apa yang ditunjukkan oleh tes buta warna Ishihara?

Hasil positif pada tes buta warna Ishihara menunjukkan bahwa seseorang memiliki beberapa bentuk buta warna.

5. Apa implikasi dari hasil positif pada tes buta warna Ishihara?

Individu yang buta warna mungkin mengalami kesulitan membedakan antara warna tertentu, memengaruhi kemampuan mereka untuk mengemudi, membaca sinyal lalu lintas, dan melakukan tugas lainnya.

6. Apakah ada pengobatan untuk buta warna?

Tidak ada obat untuk buta warna, tetapi ada perangkat yang dapat membantu individu dengan kondisi tersebut membedakan warna.

7. Seberapa umumkah buta warna?

Sekitar 8 persen pria dan 0,5 persen wanita dipengaruhi oleh beberapa bentuk buta warna.